Welcome in My bloG,,,,,^_+

Kamis, 07 April 2011

Saturday, April 02’nd, 2011

Pagi itu mengharuskan aku untuk dateng ke Plaza Telkom ada permasalahan dengan billing Speedy di kantorku. Aku males banget untuk berangkat, karena capek habis bersepeda. Aku bilang sama mbk ku “aduch, males aku berangkat ke Telkom. Tapi gimana lagi aku harus berangkat.” Jangan sampai seperti Sabtu kemaren, aku baru sampai Telkom jam 12.15 ech, ternyata kalau hari Sabtu cuma melayani setengah hari saja. Setelah itu mbk ku nyaranin, “mending berangkat aja, buruan berangkat kalau nunggu ntar malah nambah males.” Betul juga sih sarannya. “Tapi aku males mandi” bales ku. “ya uda gak usa mandi, tapi cepetan berangkat keburu tutup truz ntar dilanjut lagi istirahtnya”. Heeeee....ide bagus banget tuh. Akhirnya kau berangkat ke Telkom tanpa mandi, tapi aku cuci muka plus gosok gigi kok terus pakai minyak wangi yang banyak jadi jangan takut kalau deket aku. Gak bakalan bau kecut kok,,,hihihihihi.
Berangkatlah aku ke Telkom dengan pakaian gembel dikitlah tanpa bedakan,,eh bukan gembel kali sporty. Kan ala-ala olah-raga gitu. Biar kalau ntar ada orang yang ngira aku belum mandi gak masalah, namanya juga abis olahraga wajarlah sedikit keringetan. J Jarak antara rumah sama Telkom lumayan jauh. Aku baru samapai sana tepat pukul 10.00. Uh senengnya parkirnya masih sepi jadi gak pakai antri segala. Aku mendapat No. urut 25. Nunggu sekitar 5 menit aku sudah dipanggil di call center No.2. Sambil melangkah ke meja No. 2 aku juga melihat meja di sebelahnya yaitu No. 1 dan 3. Di meja No. lagi melayani orang. Terus yang meja No. 3 service centernya Cowok customernnya masih kosong belum ada orang yang dilayani. “Uh, kenapa tadi aku dipanggil untuk di meja 2 sih” gerutuku. Ya uda lah sama aja kali.
Aku menceritakan permasalahn dengan billing Speedy ku kalau tagihanku ini tiba-tiba naik draktis. “Sebentar, saya cek dulu ya” kata Mbak nya dan aku pun menyebutkan No speedy ku. “Saya cek juga dibelakang ya mbak..” kata nya mbak nya. Celingak-celinguk deh di sekitar, service center di No. 3 masih muda lho.... beberapa kali aku menengok kepadanya, tapi dia juga sudah ada pelanggan yang harus dia layani. Aku perhatikan setiap gerak-geriknya, itu mengingatkan aku pada seseorang. Aku coba untuk mengingatnya lagi siapa ya. Teman kuliah bukan, teman SMA, hmmmm....kayaknya juga bukan. Ouuuw,,,aku baru ingat mirip banget sama “Si Dya”. Aku perhaikan lagi dengan saksama, ya meski harus jaga2 juga, jangan sampai dia tau kalau aku memperhatikannya. Badannya kurus, Si Dya juga kurus. Mas itu apakai kacamata, sama seperti Si Dya. Dari mulai sepatu, mas itu pakai sepatu fantofel panjang banget. Itu sama persis seperti sepatu yang dipakai Si Dia. Celananya item, Si Dya juga pernah pakai celana item kok. Baju, Mas itu pakai seragam Telkom kalau Si Dya kan Cuma pakai hem saja. Rambut, agak mirip juga. Yang lebih seru lagi cara ngomongnya, persis banget seperti Si Dya. Santai tapi tetep memperhatikan customernya.
Mas itu butuh materai, tapi stock yang di mejanya sudah habis. “Ah, abis. Cari disiniah” sambil liat di laci mbak yang melayani aku. “nyomot dulu deh,,,” ketika mengambil perangko dari laci. “Nyomot???”Ammpunnnn,,,,itu kan kata-kata Si Dya. Sumpah anak ini mirip banget sama Si Dya, apa mungkin ini adek nya Si Dya? Nggak mungkin kali, masak adek nya tinggal di Surabaya. Gak lama kemudian Mbak yang melayaniku kembali dan memberikan solusi mengenai Speedy ku, kalau aku harus ganti paket biar tagihan speedy ku tidak naik. Aku mengisi form perpindahan sambil menanggapi perkataan dari Mbak itu, sedikit berlagak tegas gitu deh biar menarik simpati dari Mas sebelah. Hehehe.... Tapi kanyaknya mas sebelah lagi sibuk. Mbak itu bilang kalau Desember aku harus balik kesini lai untuk perpindahan paket. Asyiiikkkk,,,,bakal ketemu mas sebelah lagi. Tapi mungkin gak ya...ini kan masih bulan April, sedangkan masih ada 8 bulan lagi. Tapi aku berharap smoga Mas itu masih ada disini.
Urusan uda selesai ternyata gak memakan waktu yang lama. Cuma bentar deh ketemu Mas sebelah. Sampai di parkiran sambil memakai jacket. Ada seorang pegawai laki-laki yang memanggil ku. Aku terkejut mendengarnya, ternyata pegawai itu menyerahkan copy perpindahan tadi. Yaa...aku pikir Mas sebelah yang manggil tadi. Parno baget ya.
Ketika dijalan pulang aku memikirkannya, akhirnya aku bisa menemukan sosok seperti Si Dya di Surabaya. Meski aku tidak mengenal nya aku merasa lega,setidaknya aku bisa melihat Dya disini. Gak menyangka air mata ini menetes. Pikirian itu datang lagi, “kapan aku bisa bertemu Si Dya?” yang aku maksud bukan Mas sebelah. Tapi aku hanya bisa berharap dan kemungkinan itu sangat kecil.
I hope, I can met him altought it’ll be happened in dream only.