Dalam seminggu ini kuliyah Quw libur dan Quw bisa pulang langsung sehabis kerja. Seneng banget kalau tiap hari bisa pulang sore kayak gini. Yang biasanya abis kerja langsung berangkat ngampuz, terus sampai rumah bisa sampai jam 11 ataupun lebih. Capek banget kalau dirasakan.
Tepat pada hari Selasa, 05 Juli 2011. Quw nonton tayangan reality show “Jika Aku Menjadi” di Trans TV (Sorry, sebut merk nich). Gak seperti biasanya, padahal Quw dibilang lumayan sering juga nonton acara itu, yan meski cum Sabtu-Minggu aja. Tapi baru kali ini Quw terharu banget dan sampai meneteskan air mata :’(. Mungkin karena Mbak-Mbak yang nolong tadi bener-bener tulus.
Dari cerita tadi membuat Quw merasa beruntung berada diposisi Quw saat ini dan lebih banyak-banyak bersyukur. Karena diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang jauh dari kata beruntung dibanding kita. Memang selama ini Quw bepikiran kalau Quw menjadi anak yang kurang beruntung, karena Quw tidak bisa seperti temen-temen Quw yang lain. Dimana mereka bisa kuliah tanpa harus bekerja. Untuk uang saku saja mereka tinggal minta ke orang tua. Pingin keluar tinggal minta, beli baju tersedia, apalagi minta sesuatu untuk keperluan pendidikan pasti dah diturutin semua.
Gak jauh-jauh deh, kakak Quw aja dulu juga seperti itu. Waktu ortu masih mendapat penghasilan yang cukup. Dya bisa minta uang buat jajan, beli baju, nongkrong, nonton, maen dan yang lainnya. Tapi ketika Quw lulus dari SMK, ortu sudah gak sanggup kalau menyekolahkan Quw sampai ke perguruan tinggi. Sedih banget rasanya denger hal itu, sampai Quw nulis dalam Diary bahwa aku pasti bisa nerusin sekolah sampai ke perguruan tinggi meski dalam kondisi yang seperti ini. Gak nyangka banget ternyata ibu Quw baca diary itu. Quw menyesal banget, karena membuat ibu Quw sampe menangis dan pastinya beliau bener-bener kepikiran banget karena tidak bisa membiayai Quw.
Ketika ada pendaftaran PMDK atau UMPTN, semua temen-temen pada sibuk untuk masuk. Quw ingin banget bisa ikut paling tidak untuk mengetahui kemampuan ku saja. Tapi itu tidak Quw lakukan, karena Quw takut banget kalau nanti Quw keterima dan Quw gak bisa ngelanjutin. Itu akan membuat Quw semakin terpukul. Lebih parahnya lagi ketika pendaftaran ke perguruan tinggi tinggal satu jalur saja, yaitu Non Reguler. Ortu temen Quw ada yang sampai dateng ke rumah buat ngajak supaya ikutan daftar. Quw hanya bisa berkata “tidak Tante, saya kerja dulu”. Padahal dalam batin ku sangat menangis sekeras-keras nya. Setelah temen Quw + ortunya pulang, Quw gak sanggup menahan tangis ini. Quw tau ibu sangat terpukul juga ngeliat Quw yang seperti itu, sampai Dya bilang “Daftar saja, ibu pasti kuat”. Tangis Quw malah semakin kenceng.
Itu alasannya Quw memilih untuk bekerja dulu, setelah Quw punya uang nanti Quw akan meneruskan sampai ke perguruan tinggi. Apapun resikonya Quw akan hadapi, karena Quw menginginkan bisa bersekolah di perguruan tinggi. Bukannya Quw tidak PD kalau hanya lulusan SMK saja, tapi Quw ingin membuktikan ke orang-orang kalau anak Yatim bisa sukses nanti nya . Meski tidak punya bapak tapi dya punya seorang ibu yang kuat dan dukungan dari keinginan yang tulus dari Dya sendiri.
Meski Quw merasakan kalau kerja sambil kuliah itu sangat berat, disamping membagi waktu sepulang kerja harus buru-buru dateng ke kampus tapi juga dari segi mengerjakan tugas. Kalau dikerjaan lagi sepi gitu sih syukur, tapi klo lagi sibuk-sibuknya ampuuun deh. Belum lagi tugas kampus yang juga sampe menggunung.
Tapi dari tanyangan tadi membuat Quw menjadi sadar dalam menyikapi hari-hariku selama ini. Bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, serta tidak boleh manja dengan keadaan. Jangan jadikan keadaan sebagai alasan untuk kita tidak bisa maju. Justru dengan keadaan tersebutkah yang harus kita jadikan motivasi untuk tetap berusaha dan bersemangat dalam menjalani rutinitas kita.
Ya Allah, Quw akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani hari-hari sampai Quw bisa buktikan ke ibu dan almarhum Bapak yang ada di Surga bahwa Quw bisa bisa mewujudkan cita-cita Nya.
Ya Allah ridhoilah jalan yang hamba tuju, tunjukanlah jalan terbaik bagi hamba. Semoga jalan yang hamba tuju saat ini adalah jalan yang terbaik bagi hamba, serta jalan yang hamba tuju ini adalah jalan yang engkau ridhoi. Amiiin... Amin......Amin........... Ya robbal a’laminnnn.
{display:none !important}
