Welcome in My bloG,,,,,^_+

Minggu, 17 Juli 2011

Allah telah menuntun Quw

Dalam seminggu ini kuliyah Quw libur dan Quw bisa pulang langsung sehabis kerja. Seneng banget kalau tiap hari bisa pulang sore kayak gini. Yang biasanya abis kerja langsung berangkat ngampuz, terus sampai rumah bisa sampai jam 11 ataupun lebih. Capek banget kalau dirasakan.
Tepat pada hari Selasa, 05 Juli 2011. Quw nonton tayangan reality show “Jika Aku Menjadi” di Trans TV (Sorry, sebut merk nich). Gak seperti biasanya, padahal Quw dibilang lumayan sering juga nonton acara itu, yan meski cum Sabtu-Minggu aja. Tapi baru kali ini Quw terharu banget dan sampai meneteskan air mata :’(. Mungkin karena Mbak-Mbak yang nolong tadi bener-bener tulus.
Dari cerita tadi membuat Quw merasa beruntung berada diposisi Quw saat ini dan lebih banyak-banyak bersyukur. Karena diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang jauh dari kata beruntung dibanding kita. Memang selama ini Quw bepikiran kalau Quw menjadi anak yang kurang beruntung, karena Quw tidak bisa seperti temen-temen Quw yang lain. Dimana mereka bisa kuliah tanpa harus bekerja. Untuk uang saku saja mereka tinggal minta ke orang tua. Pingin keluar tinggal minta, beli baju tersedia, apalagi minta sesuatu untuk keperluan pendidikan pasti dah diturutin semua.
Gak jauh-jauh deh, kakak Quw aja dulu juga seperti itu. Waktu ortu masih mendapat penghasilan yang cukup. Dya bisa minta uang buat jajan, beli baju, nongkrong, nonton, maen dan yang lainnya. Tapi ketika Quw lulus dari SMK, ortu sudah gak sanggup kalau menyekolahkan Quw sampai ke perguruan tinggi. Sedih banget rasanya denger hal itu, sampai Quw nulis dalam Diary bahwa aku pasti bisa nerusin sekolah sampai ke perguruan tinggi meski dalam kondisi yang seperti ini. Gak nyangka banget ternyata ibu Quw baca diary itu. Quw menyesal banget, karena membuat ibu Quw sampe menangis dan pastinya beliau bener-bener kepikiran banget karena tidak bisa membiayai Quw.
Ketika ada pendaftaran PMDK atau UMPTN, semua temen-temen pada sibuk untuk masuk. Quw ingin banget bisa ikut paling tidak untuk mengetahui kemampuan ku saja. Tapi itu tidak Quw lakukan, karena Quw takut banget kalau nanti Quw keterima dan Quw gak bisa ngelanjutin. Itu akan membuat Quw semakin terpukul. Lebih parahnya lagi ketika pendaftaran ke perguruan tinggi tinggal satu jalur saja, yaitu Non Reguler. Ortu temen Quw ada yang sampai dateng ke rumah buat ngajak supaya ikutan daftar. Quw hanya bisa berkata “tidak Tante, saya kerja dulu”. Padahal dalam batin ku sangat menangis sekeras-keras nya. Setelah temen Quw + ortunya pulang, Quw gak sanggup menahan tangis ini. Quw tau ibu sangat terpukul juga ngeliat Quw yang seperti itu, sampai Dya bilang “Daftar saja, ibu pasti kuat”. Tangis Quw malah semakin kenceng.
Itu alasannya Quw memilih untuk bekerja dulu, setelah Quw punya uang nanti Quw akan meneruskan sampai ke perguruan tinggi. Apapun resikonya Quw akan hadapi, karena Quw menginginkan bisa bersekolah di perguruan tinggi. Bukannya Quw tidak PD kalau hanya lulusan SMK saja, tapi Quw ingin membuktikan ke orang-orang kalau anak Yatim bisa sukses nanti nya . Meski tidak punya bapak tapi dya punya seorang ibu yang kuat dan dukungan dari keinginan yang tulus dari Dya sendiri.
Meski Quw merasakan kalau kerja sambil kuliah itu sangat berat, disamping membagi waktu sepulang kerja harus buru-buru dateng ke kampus tapi juga dari segi mengerjakan tugas. Kalau dikerjaan lagi sepi gitu sih syukur, tapi klo lagi sibuk-sibuknya ampuuun deh. Belum lagi tugas kampus yang juga sampe menggunung.
Tapi dari tanyangan tadi membuat Quw menjadi sadar dalam menyikapi hari-hariku selama ini. Bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, serta tidak boleh manja dengan keadaan. Jangan jadikan keadaan sebagai alasan untuk kita tidak bisa maju. Justru dengan keadaan tersebutkah yang harus kita jadikan motivasi untuk tetap berusaha dan bersemangat dalam menjalani rutinitas kita.
Ya Allah, Quw akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani hari-hari sampai Quw bisa buktikan ke ibu dan almarhum Bapak yang ada di Surga bahwa Quw bisa bisa mewujudkan cita-cita Nya.
Ya Allah ridhoilah jalan yang hamba tuju, tunjukanlah jalan terbaik bagi hamba. Semoga jalan yang hamba tuju saat ini adalah jalan yang terbaik bagi hamba, serta jalan yang hamba tuju ini adalah jalan yang engkau ridhoi. Amiiin... Amin......Amin........... Ya robbal a’laminnnn.
{display:none !important}

Kamis, 16 Juni 2011

Seneeenk Bged

Ya Allah,,,, aku seneng banget hari ini. Sore tadi sekitar pukul 15.30 tiba-tiba ada yang nyapa aku. Dya nyapa aku ya Allah. “Sore...”. Gak nyangka dya bakal nyapa, aku pikir dya uda taw semuanya dan gak mau lagi hubungan lagi sama aku. Aku gak tau sebernernya dya tau atau gak, mungkin saja dya sudah tau dan berpura-pura tak ada apa2. Tapi entahlah, aku harap meski dya sudah mengetahuianya dya tak akan bercerita ke aku.
Beneran tadi tuh obrolan paling menarik, dia juga sampe ketawa :
“Hehehehe.../Hihihihi.../wkwkwkwk...” semacam gitu deh.
Dan itu sangat berarti buat aku.
Terasa hari ini aku mendapatkan ratusan Bintang, meski ada satu bintang yang paling berpijar daripada yang lainnya aku tidak ingin mendapatkan Bintang itu. Aku berharap bintang itu tetap berpijar dan menerangi malam-malam berikutnya. Karena aku gak yakin jika aku mendapatkan bintang itu, bintang tsb akan tetap berpijar seperti ini dan aku berharap Bintang itu tetap berpijar bahkan lebih terang dari sebelumnya. Supaya tetap dapat menyinari bumi beserta isinya, termasuk aku.

Kamis, 07 April 2011

Saturday, April 02’nd, 2011

Pagi itu mengharuskan aku untuk dateng ke Plaza Telkom ada permasalahan dengan billing Speedy di kantorku. Aku males banget untuk berangkat, karena capek habis bersepeda. Aku bilang sama mbk ku “aduch, males aku berangkat ke Telkom. Tapi gimana lagi aku harus berangkat.” Jangan sampai seperti Sabtu kemaren, aku baru sampai Telkom jam 12.15 ech, ternyata kalau hari Sabtu cuma melayani setengah hari saja. Setelah itu mbk ku nyaranin, “mending berangkat aja, buruan berangkat kalau nunggu ntar malah nambah males.” Betul juga sih sarannya. “Tapi aku males mandi” bales ku. “ya uda gak usa mandi, tapi cepetan berangkat keburu tutup truz ntar dilanjut lagi istirahtnya”. Heeeee....ide bagus banget tuh. Akhirnya kau berangkat ke Telkom tanpa mandi, tapi aku cuci muka plus gosok gigi kok terus pakai minyak wangi yang banyak jadi jangan takut kalau deket aku. Gak bakalan bau kecut kok,,,hihihihihi.
Berangkatlah aku ke Telkom dengan pakaian gembel dikitlah tanpa bedakan,,eh bukan gembel kali sporty. Kan ala-ala olah-raga gitu. Biar kalau ntar ada orang yang ngira aku belum mandi gak masalah, namanya juga abis olahraga wajarlah sedikit keringetan. J Jarak antara rumah sama Telkom lumayan jauh. Aku baru samapai sana tepat pukul 10.00. Uh senengnya parkirnya masih sepi jadi gak pakai antri segala. Aku mendapat No. urut 25. Nunggu sekitar 5 menit aku sudah dipanggil di call center No.2. Sambil melangkah ke meja No. 2 aku juga melihat meja di sebelahnya yaitu No. 1 dan 3. Di meja No. lagi melayani orang. Terus yang meja No. 3 service centernya Cowok customernnya masih kosong belum ada orang yang dilayani. “Uh, kenapa tadi aku dipanggil untuk di meja 2 sih” gerutuku. Ya uda lah sama aja kali.
Aku menceritakan permasalahn dengan billing Speedy ku kalau tagihanku ini tiba-tiba naik draktis. “Sebentar, saya cek dulu ya” kata Mbak nya dan aku pun menyebutkan No speedy ku. “Saya cek juga dibelakang ya mbak..” kata nya mbak nya. Celingak-celinguk deh di sekitar, service center di No. 3 masih muda lho.... beberapa kali aku menengok kepadanya, tapi dia juga sudah ada pelanggan yang harus dia layani. Aku perhatikan setiap gerak-geriknya, itu mengingatkan aku pada seseorang. Aku coba untuk mengingatnya lagi siapa ya. Teman kuliah bukan, teman SMA, hmmmm....kayaknya juga bukan. Ouuuw,,,aku baru ingat mirip banget sama “Si Dya”. Aku perhaikan lagi dengan saksama, ya meski harus jaga2 juga, jangan sampai dia tau kalau aku memperhatikannya. Badannya kurus, Si Dya juga kurus. Mas itu apakai kacamata, sama seperti Si Dya. Dari mulai sepatu, mas itu pakai sepatu fantofel panjang banget. Itu sama persis seperti sepatu yang dipakai Si Dia. Celananya item, Si Dya juga pernah pakai celana item kok. Baju, Mas itu pakai seragam Telkom kalau Si Dya kan Cuma pakai hem saja. Rambut, agak mirip juga. Yang lebih seru lagi cara ngomongnya, persis banget seperti Si Dya. Santai tapi tetep memperhatikan customernya.
Mas itu butuh materai, tapi stock yang di mejanya sudah habis. “Ah, abis. Cari disiniah” sambil liat di laci mbak yang melayani aku. “nyomot dulu deh,,,” ketika mengambil perangko dari laci. “Nyomot???”Ammpunnnn,,,,itu kan kata-kata Si Dya. Sumpah anak ini mirip banget sama Si Dya, apa mungkin ini adek nya Si Dya? Nggak mungkin kali, masak adek nya tinggal di Surabaya. Gak lama kemudian Mbak yang melayaniku kembali dan memberikan solusi mengenai Speedy ku, kalau aku harus ganti paket biar tagihan speedy ku tidak naik. Aku mengisi form perpindahan sambil menanggapi perkataan dari Mbak itu, sedikit berlagak tegas gitu deh biar menarik simpati dari Mas sebelah. Hehehe.... Tapi kanyaknya mas sebelah lagi sibuk. Mbak itu bilang kalau Desember aku harus balik kesini lai untuk perpindahan paket. Asyiiikkkk,,,,bakal ketemu mas sebelah lagi. Tapi mungkin gak ya...ini kan masih bulan April, sedangkan masih ada 8 bulan lagi. Tapi aku berharap smoga Mas itu masih ada disini.
Urusan uda selesai ternyata gak memakan waktu yang lama. Cuma bentar deh ketemu Mas sebelah. Sampai di parkiran sambil memakai jacket. Ada seorang pegawai laki-laki yang memanggil ku. Aku terkejut mendengarnya, ternyata pegawai itu menyerahkan copy perpindahan tadi. Yaa...aku pikir Mas sebelah yang manggil tadi. Parno baget ya.
Ketika dijalan pulang aku memikirkannya, akhirnya aku bisa menemukan sosok seperti Si Dya di Surabaya. Meski aku tidak mengenal nya aku merasa lega,setidaknya aku bisa melihat Dya disini. Gak menyangka air mata ini menetes. Pikirian itu datang lagi, “kapan aku bisa bertemu Si Dya?” yang aku maksud bukan Mas sebelah. Tapi aku hanya bisa berharap dan kemungkinan itu sangat kecil.
I hope, I can met him altought it’ll be happened in dream only.

Senin, 28 Maret 2011

Kedewasaan

Dewasa sendiri itu apa sih? Menurut aku sih, masa dimana kita harus menentukan arah serta tujuan kemana kita akan melangkah. Dalam prakteknya sih memang seperti itu. Tapi dewasa juga dituntut untuk berfikir logis, kreatif, inovatif dalam cara pandang mengenai kehidupan. 
Aku sudah tumbuh sebagai seorang gadis. Seandainya saat ini ayah ku berada disampingku, mungkin dia tidak akan menyangka bahwa putri mungilnya dulu sekarang sudah menjadi seorang gadis.
Hmmmmm, sudahlah Linah. Sekarang bukan waktunya bercengeng-cengengan, kamu harus bisa tetap bertahan dengan kedewasaanmu.
Nah, dari kata situ lah aku selalu berpatok untuk menjalani hidupku saat ini.
Dulu ketika aku masih duduk di kelas dasar, aku mempunyai pikiran bahwa orang gede itu enak ya...kemana-mana tidak ada yang ngemarahin. Bisa melakukan sesuatu semaunya sendiri. Pikiran itu selalu datang setiap aku pulang sekolah, karena setiap pulang sekolah aku ingin bisa bermain ke rumah temanku. Dan itu sering mendapat larangan dari mbak-mbak Kost (anak kos yang tinggal dirumahku). Emang dia pikir dia siapa? Bisa ngelarang-ngelarang aku. Toh aku bukan siapa-siapanya. SEBEL, selalu ada dalam batinku. Tiap melihat Mbak Kost, aku ingin seperti kalian tidak ada orang yang meralang kalian buat bermain, tidak seperti aku pulang sekolah diwajibkan untuk tidur setelah itu mandi dan musti berangkat ngaji. Sepulang ngaji aku harus belajar setelah itu langsung tidur. Terus kapan waktu aku buat bermain????? Dari situlah aku beranggapan jadi orang gede itu enak ya, seandainya aku sudah gede aku gak bakal bisa kalian atur-atur lagi.
Waktu terus berjalan, tidak terasa kini usiaku sudah menginjak 21 tahun. Usia matang bagi para remaja. Berbeda sekali dengan yang aku rasakan ketika kecil, yang selalu ingin menjadi orang gede. Kini aku alami sendiri menjadi orang gede tidak seenak yang aku bayangkan dulu. Lebih banyak kewajiban yang harus bisa kita pertanggung jawabkan. Sempet berfikir, “dari pada gini mending jadi anak kecil terus saja ya....” Hee....... biasa manusia.
Kini aku sudah gede dan dituntut supaya menjadi seorang yang dewasa. Terutama tanggung jawab yang besar.
Pertama, dalam bekerja. Aku harus bisa mempertangung jawabkan pekerjaan ku. Jika aku ada kesalahan, aku benar-benar dituntut untuk menyelesaikannya. Tidak hanya itu aku juga harus menyelesaikan pekerjaan itu seefisien mungkin. Aku harus melakukannya semua, karena aku butuh rupiah buat menjalani hidup.
Kini, selain aku bekerja aku juga bersekolah. Hal itu lah yang menjadi alasan bagaimanapun caranya aku harus tetap bekerja. Jujur untuk melakukan kebiasaan tersebut aku sering kebingungan, diantaranya aku harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan waktu kuliah. Terutama dalam menyelesaikan tugas. Mungkin aku masih seperti anak manja, yang selalau mengeluh jika mendapatkan banyak tugas. Dengan menggunakan alasan klasik, tidak punya waktu untuk ngerjain tugas. Hihihihi......
Hmmmm...... sekarang aku rasakan sendiri, menjadi seorang dewasa tidaklah mudah. Justru semakin banyak beban, tapi dari beban-beban tersebut kedewasaan kita akan berkembang. Ketika pohon tumbuh pastinya dedaunan pun ikut bertambah, akar-akar semakin menjalar sehingga menjadikan pohon tersebut semakin kuat.

Beautiful Day

I like Sunday. I think this day always give me new color in my live, expsecially on the morning day.
My family consist of My mom, my old Sister and Me. We almost have a time to meet, my mom works everyday and my old sister is life at borden house. Because she was given a new post on one of branch of OCBC Bank in Gresik. So, she will go home only weekend. About my self, I have to work for Monday until Friday. Beside that I’m also a student at university. So, it make me go home so late at night.
Such as other family, Sunday is used fully to meet they family.
My family’s Habit in Sunday is my mom always cooks many kind of foods. These foods only be cooked on Sunday. Because of my sister go home so my mom cooks special foods. In the Saturday night my mom ask to us (my sister and me). What is food do you want? So I’ll cook tomorow. There is a Different answer from me and my sist. If I want meat ball, tomorow I have to pick up to traditional supermarket. And it is my problem because weekend is day reconvense to sleep. Hahahaha...... So I can’t to wake up early.
If my mom cooks require food of my sist, I can sleep for a long time or around in village by bycicle.  Sometime my mom wake me, althought I don’t pick up her to traditional supermarket. So I prefer to around in village by bycicle. There are still many wet rice flied. I can sleep stretched out on the ground while draw on fresh air there, without think about many kinds of office assignment, home work, study or other duty.
After arrive at home, I help my mother. Upsst,, to help but disturp my Mom to cook. Hihihi.....


Over all, happiness come when we are in near with people orround of me, exspecially our family. It will be complete if we know how to enjoy in live not how to make enjoy in live. So, make your time with maximum if you still in near with your Fam.

Sunday, March 27, 2011

Senin, 21 Maret 2011

Budak Tolol

Apakah kamu tau siapa Linah sebenarnya?

Setelah kamu tau sebenernya Dia itu siapa, kalian semua akan menertawakannya. Karena Linah adalah budak tolol. Budak yang hanya bisa disuruh-suruh. Budak yang hanya melakukan apapun yang diperintahkan oleh majikannya. Itulah Linah.

Linah adalah gadis yang bodoh. Kamu pasti tau bagaimana deskripsi orang bodoh itu. Orang yang punya akal atau ide cemerlang untuk menyelesaikan sesuatu. Hanya bisa menerima dari seorang majikan.

Bukan hanya itu, Linah juga seorang yang lemah. Tak punya kekuatan untuk melakukan tindakan untuk membela dirinya. Dia hanya bisa berdiri tegak sehingga ketika ada banjir yang mnghadang dia akan terseret mengikuti banjir tersebut. Dia hanya bisa berharap ada batu dipertengahan sehingga dia bisa tersangkut dalam bebatuan tersebut.

Linah seorang yang cengeng. Ketika ada masalah datang dia hanya bisa menagis. Menangis sambil menunggu belas kasihan dari orang lain. Padahal dalam batin orang tsb, menganggapnya anak ingusan yang hanya bisa menagis untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.

Linah gadis cupu. Lebih dari gadis yang berkacamata gede dengan tebal hampir 2cm, rambutnya yang dikepang 2 menggunakan karet gado-gado, kaos kakinya tinggi selutut melebihi tinggi roknya sampai menutupi kulit kakinya. Berat dari kaca-matanya membutnya sesering mungkin memegangi kacamatanya sambil matanya berkedip-kedip.

B-U-D-A-K-T-O-L-O-L